BAHAN bakar minyak (BBM) jenis premium dua minggu terakhir di Asahan langka. Sejumlah pengendara yang ditemui M24 di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kisaran, mengeluh. Mereka pun beralih ke BBM jenis pertalite.
"Kalau pakai premium tentu lebih hemat, pertalite harganya mahal bang," ungkap Edi, tukang becak yang kerap mangkal di Jln Imam Bonjol, Rabu (23/11).
Menurut petugas SPBU di jalan lintas Kisaran-Rantauprapat, pihaknya sudah dua minggu tak menjual BBM jenis premium. "Kalau abang tidak percaya, silakan saja cari di SPBU lain," katanya.
Sementara, Irwansyah Siagian SE, anggota Komisi B DPRD Asahan mengaku bingung jika sampai terjadi kelangkaan BBM premium di Kisaran. Dia minta Pemkab Asahan harus memberikan penjelasan konkrit terkait itu. "Dampaknya dinilai sangat berpengaruh terhadap perekonomian di Asahan. Pemerintah harus bicara," tandasnya.
Head Public Relation Pertamina Medan, Erika, saat dikonfirmasi melalui selulernya, memohon maaf atas kelangkaan BBM jenis premium di Kota Kisaran. Menurutnya, kekosongan itu akibat distribusi terlambat. ***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar