PEMERINTAH Kabupaten Karo diminta menggelar Pesta Bunga dan Buah (Festival Fruit & Flower) 2016 di Kota Brastagi. Penyelenggaraan even wisata tersebut dinilai akan mampu membawa dampak positif bagi peningkatan arus kunjungan wisatawan. Sebab Pesta Bunga dan Buah telah menjadi komoditi spesifik di daerah ini.
"Bahkan telah didaftar di kalender kepariwisataan Provinsi Sumatera Utara. Demikian juga dengan peningkatan perekonomian masyarakat petani bunga, buah dan sayur maupun pedagang, pelaku wisata dan lainnya. Sangat diharapkan Pemkab Karo serius menggelar even tersebut," ungkap Darsianna br Sitepu, pedagang bunga kepada M24, kemarin, diamini pedagang lainnya, diantaranya, Risma br Sitepu, Jubaidah br Ginting, Sri Ulina br Sembiring, Tambar Malem br Sinulingga dan Marta br Ginting.
Menurutnya, dengan even wisata, seperti pesta budaya Mejuahjuah, pesta Bunga dan Buah 2015 yang kembali digelar Bupati Karo Terkelin Brahmana, setelah sekian lama vakum, pendapatan mereka jauh meningkat.
Senada, pedagang buah strawberry, Diah Br Ginting didampingi Mega br Ginting, juga berharap bupati Karo serius menggelar pesta Bunga dan Buah. Sekaligus menaikkan citra kota wisata Berastagi. "Bulan Agustus kemarin, kami mendengar Pemkab Karo dan DPRD, rombongan berjumlah 50 orang study banding ke Tomohon Internasional Flower Festival (TIFF). Apa gunanya rombongan sebanyak itu kalau hanya sekedar menghadiri even Tomohon Internasional Flower Festival, sementara hasilnya tidak dirasakan rakyat Tanah Karo. Apalagi kalau pesta bunga dan buah gagal digelar tahun ini," ungkapnya.
Menyikapi itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karo, Dinasti Sitepu SSos, didampingi Kabid Toto Budiharto, di ruang kerjanya, mengatakan, Pesta Bunga dan Buah direncanakan digelar 16-19 Desember 2016 di Kota Brastagi. "Pesta Bunga dan Buah telah menjadi agenda pariwisata Kabupaten Karo. Kedepan, diharapkan dapat menjadi even nasional," ujarnya.
Wakil Ketua DPRD Karo, Effendy Sinukaban SE, menambahkan, pada prinsipnya, pesta Bunga dan Buah harus tetap dilaksanakan. Karena anggarannya sudah ditampung di APBD 2016 maupun di P-APBD 2016. "Alangkah ruginya kita kalau even wisata itu tidak terlaksana. Karena tahun sebelumnya juga sudah digelar pesta bunga dan buah itu," ujarnya. ***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar