Minggu, 16 Oktober 2016

Warga Babalan Langkat Protes LPG 3 Kg

KOMPENSASI Bahan Bakar Minyak (BBM) ke LPG tahun 2007 lalu, terindikasi menjadi ajang penipuan oknum mafia LPG. Bahkan ini merugikan masyarakat Langkat khususnya warga Kecamatan Babalan.

Menurut warga pengguna LPG 3 Kg, warga Gang Dame Desa Securai Utara Kec Babalan Kab Langkat, berinisial MR, sejak pangalihan BBM ke LPG 3, pemakaiannya bisa bertahan 13 sampai 14 hari. Dan masyarakat pun bisa terbantu.

"Namun akhir-akhir ini pemakaian LPG 3 Kg bisa bertahan hanya untuk 5 hari saja. Dan api yang dihasilkan LPG tersebut berwarna merah bukan seperti LPG non subsidi. Dan sepertinya LPG 3 Kg tersebut bercampur dengan air," ungkapnya kepada wartawan, kemarin.

Kini, katanya, LPG 3 Kg hanya bisa bertahan 4 sampai 5 hari saja. Selama 15 hari dia harus menghabiskan LPG 3 Kg, sebanyak 3 sampai 4 tabung. "Yang jelas masyarakat pengguna LPG 3 Kg subsidi telah dirugikan," ujarnya.

Senada, R (40), menambahkan, dirinya heran atas pemborosan pemakaian LPG 3 Kg tersebut. Hanya untuk memasak sayur dan menggoreng ikan, bisa bertahan paling lama 6 hari. Dia juga mengaku kesal atas ulah oknum mafia yang tidak bertanggungjawab, dengan sengaja telah merugikan masyarakat demi keuntungan pribadinya. "Pihak penegak hukum agar menelusuri siapa mafia pengoplosan LPG dan menangkapnya," tandasnya.

Salah satu pemilik pangkalan LPG bersubsidi, PM, warga Dusun Kampung Jawa Desa Securai Utara Kecamatan Babalan Langkat, saat dikonfirmasi, mengaku, kalau LPG bersubsidi 3 Kg tersebut bercampur air. "Isi tabung LPG 3 Kg tersebut separuh adalah air. Dan itu adalah kerjaan mafia LPG," ungkapnya, seraya menyebutkan, sejumlah masyarakat pengguna LPG yang beli dari pangkalannya, kerap komplain karena merasa dirugikan.

Terpisah, pemilik pangkalan lainnya, berinisial T, warga Dusun Pasar Lebar Securai, mengaku, tak tahu menahu masalah itu. "Kalau pangkalan LPG hanya memasarkan saja. Kalaupun itu terjadi, yang tahu hanya antara agen dan depot LPG saja," ujarnya. ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar