Minggu, 30 Oktober 2016

Surfenov-Parlin Yakin Pilkada Siantar Ditunda Lagi

GELARAN Pilkada Siantar 16 Nopember 2016 diyakini bakal ditunda. Keyakinan paslon walikota Siantar Surfenov Sirait-Parlindungan Sinaga itu, seiring peninjauan kembali (PK)-nya yang ditolak MA atas permohonannya menjadi peserta.

Pernyataan tersebut disampaikan pasangan calon (paslon) Surfenov Sirait-Parlindungan Sinaga, dihadapan para pendukungnya, Minggu (30/10), di halaman kantor tim pemenangannya, di Jln Masjid Kel Timbang Galung Kec Siantar Barat Siantar, Minggu (30/10), dalam acara Buka-bukaan Surfenov Sirait-Parlin Sinaga di hadapan pendukungnya.

Selain itu, dengan tegas Surfenov juga mengatakan, tidak akan mengadaikan suara pendukungnya, meski  banyak calon lain yang memintanya. Mengingat, dia telah lama berjuang bersama pendukungnya, yang sudah menyerap tenaga, pikiran dan air mata. Sehingga upaya PK-pun dia lakukan.

"Saya tidak akan mengadaikan suara ibu-ibu dan para ustad yang mendukung setelah hampir setahun kita bersama. Untuk itu, yakin 80 persen kalau 16 November 2016 akan terjadi Pilkada tunda lagi," ucap Surfenov, disambut gembira tepuk tangan ratusan ibu-ibu pendukungnya.

Pada kesempatan itu, Surfenov menegaskan, bila 16 November 2016 tak menang, berujung dirinya dan Parlindungan Sinaga tidak ikut Pilkada Siantar, dia berharap agar pendukungnya tetap di posisinya.

Menurutnya, alasan ditundanya Pilkada Siantar 16 Nopember, karena memiliki materi hukum yang kuat untuk mengajukan PK. "Itu sebab maka saya yakin menang dalam PK," bebernya.

Sementara, Bongsu Pakpahan, salah satu tim pemenangan Surfenov-Parlin, mengatakan, Surfenov dan Parlin  masih tetap terus berjuang mendapatkan hak konstitusinya. Dimana, 7 Oktober 2016 lalu, PK sudah didaftarkan ke PTUN Medan. Dan 13 Oktober 2016, PK tersebut ia katakan sudah teregistrasi di Mahkamah Agung (MA).

"Jadi walaupun tidak ada perubahan, Surfenov dan Parlin tak akan jadi pelacur politik. Bukan tidak mungkin dia bisa minta balik modal (balmod) kepada calon lain. Tapi Surfenov dan Parlin tegas menolak. Karena kalau itu dilakukan, pasti akan membuat kecewa ibu dan ustad, yang selama ini mendukung perjuangan dengan keringat ,tenaga dan cucuran air mata. Surfenov dan Parlin tidak akan menjual simpatisan kepada calon lain," ucap Bongsu. ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar