Minggu, 09 Oktober 2016

Rekanan Lokal Ungkap Permainan Tender PU Langkat

Gonjang-ganjing bagi-bagi proyek di Dinas PU Langkat Sumatera Utara membuat rekanan lokal kepanasan. Sebab, pekerjaan proyek yang sudah di ambang pintu, tak juga mendapatkan pemenangnya. Akibatnya, sejumlah rekanan asal Stabat, kemarin (7/10), geruduk Kantor PU di Jalan T Amir Hamzah Stabat. Para rekanan yang ingin menemui Kadis PU Ir H Bambang, membawa spanduk berisi "Gila, Rp15 miliar diperebutkan rekanan lokal, Rp246 miliar dikuasai 5 kapitalis Langkat". Para rekanan merasa kecewa karena Kadis PU tidak berada ditempat. Hanya para staf yang ada.

Pantauan M24, para rekanan sama sekali tak dijaga pihak kepolisian, sehingga mereka leluasa keluar masuk Kantor PU.

Ketua Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Langkat, M Nasrun Ali alias Ucok Goy, ketika ditemui, mengatakan, pihaknya sangat kecewa atas sikap panitia maupun Kadis PU. "Saya yang ketua asosiasi, yang jelas memiliki perusahaan, tak juga jelas mendapat proyek. Kita sudah ikuti prosedur yang ada, bahkan segala aturan main sudah kita ikuti. Namun tak jelas juga. Kenapa rekanan luar Langkat begitu banyak dapat proyek, termasuk para petinggi Langkat. Ini kan tak adil. Untuk apa ada asosiasi, kalau rekanan lokal dapat kebagian proyek," papar Nasrun.

Bahkan dia mengingatkan, kalau proyek tersebut memakai anggaran Langkat. "Jadi harus pikirkan orang Langkat. Kami juga ingin kerja, guna menafkahi keluarga kami," tandasnya.

Ketua KNPI Kecamatan Stabat, Syahrul Khair, juga kecewa dirinya tak kebagian proyek. "Saya memiliki perusahaan, bahkan tiap tahun saya harus bayar pajak ke Negara. Namun kenapa kita tidak dapat pekerjaan di PU. Kita tahu pihak panitia di PU ini hanya formalitas. Tender-tender itu hanya mainan," ungkap Syahrul.

Bahkan, katanya, tak dipungkiri, para rekanan yang sudah jelas proyeknya, mereka bermain. Misalnya mendahulukan fee yang jumlahnya bervariasi, 16 persen bahkan 18 persen. "Anehnya lagi, proyek penunjukan langsung yang nilainya di bawah Rp200 juta, sudah dibagi-bagi ke orang-orang tertentu," pungkasnya. ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar