Selasa, 04 Oktober 2016

Jembatan di Desa Namo Rih Terancam Ambruk

Kondisi jembatan tua Sungai Lau Tengah peninggalan Belanda di Desa Namo Rih Kecamatan Pancurbatu Deliserdang Sumatera Utara sangat memprihatinkan. Bahkan mendekati ambruk jika tak cepat ditangani Pemkab Deliserdang.

Menurut warga sekitar, jembatan sepanjang 20 meter dan lebar 3 meter ini sudah berumur hampir 1 abad.  Lantai jembatan yang sudah beberapa kali diperbaiki, karena termakan usia, bergetar seakan mau ambruk jika dilalui kenderaan. "Pernah beberapa waktu lalu beca bermotor nyaris jatuh ke sungai akibat terperosok di lantai yang rusak. Beruntung, seksi jembatan nyangkut di kerangka lantai," ungkap Budi, warga yang ditemui wartawan, Selasa (4/10).

Kepala Desa Namorih Timotius saat itu sudah pernah usul, agar Pemkab Deliserdang membangun jembatan tersebut. Namun setelah kepala desa berganti kepada Andi Warista, jembatan belum juga ada tanda-tanda akan diperbaiki. Malah kondisinya semakin parah dan membahayakan.

Padahal, jembatan itu sangat dibutuhkan masyarakat banyak dan merupakan akses alternatif, penghubung  Kecamatan Pancurbatu dengan Kecamatan Kutalimbaru. Termasuk juga merupakan urat nadi perekonomian masyarakat di beberapa desa di Kutalimbaru dan Pancurbatu.

Kepala Desa Namorih Kecamatan Pancurbatu, Andi Warista, mengakui kondisi jembatan sungai Lau Tengah di Desa Namorih yang sangat memprihatinkan itu. Menurut Andi, ia juga sudah memohonkan ke Pemkab Deliserdang, agar jembatan segera diperbaiki atau diganti baru, untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan. Namun kenyataannya, hingga menjelang akhir 2016, belum ada tanda-tanda akan diperbaiki. ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar