PERSOALAN pembangunan tiang Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (Sutet) di Binjai Sumatera Utara terus menuai kecaman warga Binjai. Warga menuntut sosialisasi dan kompensasi. Karena selama ini PLN dianggap tak transparan.
Namun perlawanan warga menuntut haknya seolah tak berarti apa apa. Pihak PLN tak mendengar keresahan warga Binjai. Bahkan pembangunan tiang Sutet yang diprotes warga, terus dikerjakan PLN.
"Kita sudah layangkan kembali surat ke BLH Provinsi, PLN Provinsi serta kelompok masyarakat yang menuntut pembangunan Sutet di Kota Binjai," ungkap anggota Komisi A DPRD Binjai, M Syarif Sitepu, di sela-sela RDP, Rabu pekan lalu, di aula DPRD Binjai.
Menurutnya, Komisi A DPRD Binjai sudah bergabung dengan anggota DPRD Dapil Binjai Utara, untuk membantu menyelesaikan permasalahan ini. "Dalam waktu dekat, kita bersama warga dan pemerintah, akan duduk bersama, berdialog. PLN sebagai pihak pemrakarsa, wajib menghormati dokumen Amdal yang telah dibuatnya," imbuh legislator dari Fraksi PDIP itu.
Syarif juga minta PLN agar transparan terhadap warga. "Laksanakan kewajiban PLN, jangan lari dari tanggungjawab. Bahkan PLN sering tidak hadir saat ada unjukrasa warga, seolah-olah membenturkan permasalahan ini antara aparat dengan warga," beber Syarif, seraya minta masyarakat bersabar.
Dia berharap warga tak melakukan perbuatan anarkis yang akhirnya akan merugikan diri sendiri. "PLN tidak boleh mengorbankan masyarakat. Ada kewajiban PLN yang tertuang di Amdal. Walaupun Sutet merupakan proyek negara, namun dalam hal ini pihak PLN harus mematuhi rambu-rambu. PLN harus melakukan sosialisasi ke warga yang terkena dampak radiasi langsung. Karena salah satu syarat dokumen Amdal harus ada sosialisasi ke warga yang terkena dampak langsung," katanya.
Saat disinggung mengenai pembangunan tower di titik 08 dan titik 09 Kota Binjai, Syarif minta PLN agar membuka dialog proaktif bersama warga. "Rapat terakhir masyarakat melalui DPRD Kota Binjai, minta BLH Provinsi menunda sementara titik 08 dan 09. Saya rasa pihak PLN bisa membuka komunikasi dengan masyarakat yang terkena dampak langsung serta bisa menghormati permintaan warga," pungkasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar