Kamis, 02 Maret 2017

Dinas PU Asahan Cuma Hamburkan Duit Rakyat

RENCANA pembangunan kolam renang senilai Rp7,85 miliar dari APBD Asahan 2017 di Kelurahan Sidodadi Kecamatan Kisaran Barat, dinilai sangat berlebihan dan pemborosan.

Menurut Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Asahan, Ir Suryandi rencana pembangunan kolam renang yang dikerjakan Dinas PU Asahan itu, belum saatnya dilakukan. Sebab, saat ini, masih banyak infrastruktur di wilayah Asahan masih buruk.

"Kalau menurut saya, pembangunan kolam renang tersebut belum begitu tepat lah. Sebab bisa dilihat jalan-jalan di Asahan, yang saat ini masih dalam keadaan buruk. Seperti jalan menuju Desa Sei Kepayang, itu kalau lewat sudah seperti ikut motor rally," ungkap Suryandi kepada M24, Kamis (2/3).

Suryandi menambahkan, besaran anggaran Rp7,85 miliar yang bersumber dari APBD Asahan untuk rencana pembangunan kolam renang tersebut, dinilai sangat tidak wajar. Hanya untuk menghambur-hamburkan uang rakyat Asahan saja.

"Saya berharap kepada Pemkab Asahan agar ditinjau kembali anggaran terkait rencana pembangunan kolam renang tersebut. Karena dinilai menghamburkan uang rakyat saja," kata Suryandi.

Sementara, Ketua Dewan Pembina Lingkaran Mahasiswa Asahan (LiMA), Husni Mustofa, mengatakan, rencana pembangunan kolam renang tersebut sangat mengejutkan. Karena anggaran yang cukup besar itu dinilai tidak tepat sasaran. "Seharusnya Pemkab Asahan bisa lebih mengoptimalkan anggaran untuk pemenuhan hak-hak dasar warga. Misalnya bidang pendidikan dan infrastruktur jalan," kata Husni Mustofa.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Kominfo Asahan, Rahmad Hidayat Siregar, ketika dikonfirmasi, mengatakan, sebelumnya, biaya pembangunan kolam renang tersebut sudah dianggarkan. "Sudah sewajarnya Pemkab Asahan memiliki kolam renang befasilitas Nasional. Ke depan untuk menciptakan atlet renang," ungkap Rahmad.

Rahmad menjelaskan, kalau jalan-jalan saja yang diperbaiki, mungkin tidak akan ada habisnya. Maka dari itu butuh pembangunan kolam renang untuk menarik para wisata dari desa maupun dari kabupaten lain. "Selama ini Kota Kisaran dikenal kota perlintasan. Maka itu, kita buat kolam renang supaya ada daya tariknya Kota Kisaran ini," tandasnya. ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar