Kamis, 16 Maret 2017

500 KK Kerap Berjuang Hadapi Banjir

BENTENG Sungai Belawan yang jebol sejak 2 tahun silam belum kunjung diperbaiki pemerintah. Akibatnya, 500 KK terkena imbas banjir saat hujan turun, lantaran air Sungai Belawan meluap. Realita tersebut diungkapkan Kades Kelambir Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deliserdang, Bustami, dalam forum Reses anggota DPRD Sumut, Drs Hasaiddin Daulay, Senin (6/3).

Dalam kesempatan itu, Bustami meminta DPRD Sumut mencarikan solusi perbaikan benteng Sungai Belawan yang jebol selama 2 tahun. "Ada sekira 500 KK atau ribuan orang selalu berjuang menghadapi musibah banjir," ujarnya.

Senada, Kades Hamparan Perak Kecamatan Hamparan Perak memohon para anggota dewan untuk membantu perbaikan benteng Sungai Belawan di Desa Hamparan Perak. "Air Sungai Belawan meluap terus setiap hujan turun. Banjir kerap melanda perkampungan warga 3 dusun yang dihuni ribuan KK," ucapnya.

Menangapi keluhan 2 Kades tersebut, Hasaiddin Daulay mengaku iba. "Ribuan warga di sana menderita karena banjir, pemerintah dimana," tanya Hasaiddin Daulay heran, saat dikonfirmasi M24, Selasa (14/3), di gedung dewan Jln Imam Bonjol Medan.

Warga pun disebutnya sering menyampaikan pengaduan melalui Kades kepada Badan Wilayah Sungai (BWS) Wilayah II Sumatera. "Sampai sekarang kok belum ada tindakan pemerintah ya?. Saya akan tindaklanjuti lagi dalam waktu dekat," janjinya.

Politisi PPP itu melanjutkan, sebelumnya sudah menunaikan Reses di Desa Dagang Kelambir Kecamatan Tanjungmorawa Kabupaten Deliserdang, Sabtu (4/3). Di sini warga meminta Pemprovsu mengizinkan masyarakat membuat drainase melewati tanah PT Sari Petojo, eks perusahaan es yang tutup. "Sebab tanah Pemprovsu. Drainase diperlukan lantaran banjir selalu terjadi dan tidak ada saluran pembuangan air," terang anggota Komisi D DPRD Sumut ini. ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar