MASSA organisasi kemasyarakatan (Ormas) pemuda, tokoh masyarakat, agama, anggota DPRD Deliserdang dan warga sekitar, geruduk peternakan babi. Aksi penertiban ternak babi, Senin (13/2) itu, nyaris ricuh.
Protes keberadaan ternak babi milik Aguan dan Ahwan, di Desa Tandem I Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deliserdang itu, menuntut agar segera ditutup, karena sudah meresahkan warga. Sayangnya, aksi mereka dihalau aparat Polres Binjai. Aksi pun nyaris ricuh. "Saya perwakilan, jadi biarkan saya masuk," kata seorang warga.
Kabag Ops Polres Binjai, Kompol Zenda Sitepu, yang memimpin anggotanya di lapangan, bersikukuh menghadang barisan pendemo yang hendak masuk. Barisan personil sabhara pun disiagakan, agar tak satupun pendemo melintas. "Hadang, siapapun tak boleh masuk kecuali beberapa perwakilan," tegas Kompol Zenda Sitepu.
Pukul 12.00 WIB, Kapolres Binjai AKBP M Rendra Salipu bersama Kasatreskrim, Kasatnarkoba, Kasatsabhara dan Kapolsek Binjai, tiba di lokasi mengendarai sepeda motor. Seketika itu, seratusan personil polisi Polres Binjai yang berjaga-jaga di lokasi membubarkan diri. "Beberapa personil tetap kita siagakan untuk berjaga-jaga di tempat ini, gunanya untuk meantisipasi hal-hal yang tak diinginkan," ungkap Kapolsek Binjai, AKP Arnawati.
Menurutnya, Senin (20/2), pemilik ternak babi dan dinas terkait, Polsek Binjai, camat Hamparan Perak, Pemkab Deliserdang, DPRD Deliserdang dan warga sekitar, akan diundang melakukan pertemuan di Kantor Kepala Desa Tandem Hilir I. "Guna menyatukan suara tentang penutupan peternakan babi itu, apakah si pemilik akan mengangkut ternaknya sendiri atau ada solusi lain," beber Arnawati. ***

Tidak ada komentar:
Posting Komentar