Senin, 06 Februari 2017

Lift Khusus Legislator Medan tak Etis

KEBIJAKAN lift khusus bagi pimpinan dan anggota DPRD Medan dianggap tidak etis. Pasalnya, gedung yang dibangun memakan dana Rp90 miliar itu adalah milik rakyat, bukan pribadi. Penolakan itu datang dari Wakil Ketua Fraksi Golkar DPRD Medan, Mulia Asri Rambe, Senin (6/2).

Kepada wartawan, Bayek, sapaan akrabnya, menilai pelarangan mempergunakan lift itu seperti ada pembatasan. "Jangan ada pembatasan siapapun yang mau datang dan menggunakan fasilitas lift ini. Rakyat bebas mau datang kapanpun untuk menemui perwakilannya. Anggota dewan nggak perlu dijaga-jaga seperti sekarang ini, di dalam lift ada satpam. Nggak cocok itu," ungkapnya.

Bayek yang juga menjabat Ketua DPC Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kota Medan ini, menampik kabar kalau pengeklusifan lift itu atas permintaan sejumlah anggota DPRD Medan. Ia menilai tidak ada urgensi antara pembatasan penggunaan lift dengan kinerja anggota dewan.

"Apa gedung DPRD Medan ini sudah tidak nyaman lagi bagi anggota dewan atau lainnya. Kalau memang seperti itu anggapannya, kan bisa meminta aparat kepolisian untuk memberikan keamanan. Bukan dengan cara-cara memblokir seperti itu. Nanti apa kata masyarakat. Gedung ini pake uang rakyat, kita bekerja untuk rakyat," ujarnya ketus, seraya meminta tulisan bernada pelarangan menggunakan lift khusus pimpinan dan anggota dewan segera dicabut.

Bayek menegaskan, konstituen (masyarakat) dengan anggota dewan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan. Pasalnya, 50 anggota dewan yang duduk di kursi parlemen saat ini adalah orang-orang pilihan yang dipercayakan masyarakat sebagai wakilnya. "Tugas utama kita adalah menampung aspirasi dan mewujudkan keinginan konstituen. Kalau mereka saja sudah dibatasi untuk bertemu dewannya, kapan lagi mereka dapat menemui para wakil rakyatnya," pungkasnya.

Satu dari lift di gedung dewan dilarang pemakaiannya mulai basemen hingga lantai enam. Kebijakan Sekretaris DPRD Medan, Abdul Azis tersebut, karena selama ia melihat semua berdesakan untuk masuk ke lift yang sama. "Kan gak enak kalau dilihat," ungkapnya. ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar