Kedatangan puluhan guru dan siswa SMK Putra Anda tersebut, protes atas intimidasi yang kerap diterima mereka. Kedatangan mereka disambut anggota komisi C DPRD Binjai. Dalam pertemuan dengan wakil rakyat, Edi Penggabean, salah seorang guru menyampaikan, pihak Yayasan Putra Anda saat ini tidak mengayomi para guru.
"Intimidasi terus kami terima. Pemecatan sepihak terhadap guru pun sudah bisa dilakukan. Kami sebagai guru sudah sangat tidak nyaman mengajar di sekolah tersebut," kata Edi.Edi dan guru SMK Putra Anda lainnya, berharap, agar DPRD Binjai dapat membantu mereka. "Kami ingin semua guru yang ada tetap mengajar di SMK Putra Anda, demi terjaganya proses belajar mengajar," harap Edi.
Edi juga menegaskan, persoalan para pelajar yang melakukan aksi demo bukan atas perintah guru. "Para pelajar itu spontanitas melakukan aksi. Karena kami sadar, melibatkan anak-anak untuk melakukan aksi tidak dibenarkan," kata Edi.
Padahal, kata Edi, biaya sekolah yang diterapkan cukup tinggi mencapai ratusan ribu rupiah. Ini yang mendorong siswa melakukan aksi spontanitas, karena mengetahui adanya intimidasi yang diterima guru mereka. Bahkan hingga tak menerima honor sampai tujuh bulan.
Sementara, anggota komisi C DPRD Binjai, M Yusuf, meminta kepada para guru agar membuat surat keberatan atau laporan kepada komisi C. "Atas dasar surat itu nanti kami bertindak. Kalau tidak ada dasar kita sulit untuk menindaklanjuti," kata M Yusuf, seraya berjanji akan mengundang pihak SMK Putra Anda, guna membahas persoalan yang terjadi.
Selain di DPRD Binjai, perwakilan guru juga mendatangi dinas pendidikan. Disana, para guru bertemu dengan Kepala Dinas Pendidikan Binjai, Janu Asmadi. Hanya saja, hingga kini belum diketahui apa hasil pertemuan para guru dan pihak dinas pendidikan tersebut. ***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar