Minggu, 05 Februari 2017

Tim Saber Pungli Sergai Hamburkan Anggaran

BUKAN saja tak memiliki target, Tim Pemberantasan Pungutan Liar (UPP) dan Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) ini, bahkan hanya menghambur-hamburkan anggaran saja.

Menurut Direktur Ekonomi Sosial Control (ECOSOC) Indonesia, B Tua Pangaribuan SE, dalam rangka mensosialisasikan UPP dan Satgas Saber Pungli ke desa-desa, tim yang baru saja dilantik Bupati Sergai, Ir Soekirman tersebut, tentu akan menguras anggaran.

"Harusnya tim Saber Pungli punya target kerja, bukan memaparkan dasar-dasar pembentukannya. Mau sosialisasi ujung-ujungnya bahas masalah anggaran. Dan ini saya rasa salah kaprah, hanya kedok untuk menghambur-hamburkan anggaran," ucap Tua Pangaribuan kepada M24, Minggu (5/2).

Dia menambahkan, saat ini lelang jabatan sedang berlangsung di Pemkab Sergai. Ada 45 pejabat Sergai bertarung dalam waktu dekat. Dia katakan, lelang jabatan itu rentan pungli dan perlu diawasi, sebagai target kerja tim saber tadi. Bahkan, Tua menyesali tidak dilibatkan peran wartawan dalam pembentukan tim UPP dan Satgas Saber Pungli tersebut.

"Media tidak dilibatkan padhal media di Sergai sangat dibutuhkan pemerintah, apalagi terkait informasi di luar, media pasti lebih tahu," tandas Tua.

Sebelumnya, Bupati Sergai, Ir Soekirman, mengatakan, pemerintah sekarang bergerak cepat dalam memberantas praktik pungutan liar terkait pelayanan publik. Dibuktikan dengan telah ditetapkannya Perpres Nomor 87/2016 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar.

Menurutnya, pada tahap pertama reformasi hukum, pemerintah menitikberatkan pada upaya-upaya yang dapat dirasakan langsung masyarakat. Dalam tahap ini, pemerintah fokus pada lima perkara hukum, yakni,  pemberantasan pungutan liar, pemberantasan penyelundupan, percepatan pelayanan SIM, STNK dan BPKB. ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar