Kamis, 19 Januari 2017

Mahasiswa Tuding Bupati Labuhanbatu Pungli

MASSA berbendera Forum Mahasiswa Labuhanbatu (FML) berunjukrasa ke gedung DPRD Sumut di Jln Imam Bonjol Medan, Kamis (19/1).

Dalam aksinya, mahasiswa protes kebijakan Bupati Labuhanbatu H Pangonal Harahap SE MSi, karena diduga lakukan pungutan liar (Pungli) melalui Kadis Pendidikan Labuhanbatu. Mewajibkan siswa SD dan SMP membeli baju bercorak "Batik Pangonal Labuhanbatu".

Amatan M24, massa tiba di gedung dewan pukul 11.30 WIB. Kemudian mereka masuk ke halaman DPRD Sumut  sambil memajang spanduk dan berorasi bergantian.

Koordinator Lapangan, H Sitorus, menjelaskan, kewajiban siswa SD/SMP membeli baju "Batik Pangonal Labuhanbatu" adalah akal-akalan bupati untuk memeras rakyat. "Masak ada instruksi Bupati Labuhanbatu kepada Kadis Pendidikan Labuhanbatu agar semua Kepala SD dan SMP mewajibkan siswanya membeli batik tersebut?. Kami tolak kebijakan Bupati Labuhanbatu yang terindikasi Pungli," cetus Sitorus, diiikuti yel-yel massa "Tim Saber Pungli Sumut harus memeriksa Bupati Labuhanbatu".

Massa pendemo juga minta Kapoldasu, Kejatisu dan DPRD Sumut bertindak sesuai tugas masing-masing. "Selidiki sesuai hukum berlaku atau panggil Bupati Labuhanbatu H Pangonal Harahap SE MSi untuk RDP ke DPRD Sumut. Selamatkan pendidikan di Sumut," imbuh Sitorus.

Menyahuti aspirasi pendemo, Ketua FP-Hanura DPRD Sumut Toni Togatorop SE MM, yang menemui pengunjukrasa didampingi Kasubag Yanmas DPRD Sumut Rospita Pandiangan SE, menyambut baik dan berjanji akan menyampaikan kepada pimpinan dewan. "Terimakasih atas kehadiran adik-adik. Apa-apa yang disampaikan segera kami tindaklanjuti," tegas Toni. ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar