PERUBUHAN bangunan Ramayana Aksara yang terbakar setahun lalu, membuat pedagang mengamuk, Rabu (19/4). Pasalnya, material bangunan nyaris mengenai pedagang, bahkan abu reruntuhan berterbangan dan menempel di jualan pedagang.
"Woi..kalau mau merubuhkan bangunan pakai otak. Apa salahnya kalian kasih tahu, sebelum main rubuh. Jadi barang-barang dagangan kami tidak kotor terkena abu dari reruntuhan bangunan," teriak para pdagang kepada pekerja bangunan.
Hermanto (43), eks pedagang pakaian di Pasar Aksara menuturkan, selain abu material bangunan berterbangan, batu bangunan juga nyaris menimpa pedagang. Pemukiman warga di Pajak Bunga, juga nyaris tertimpa material bangunan. "Kami sangat tekejut ketika material bangunan itu runtuh Kami pikir gempa. Rupanya bangunan Ramayana yang terbakar itu dirubuhkan para pekerja bangunan pakai beko. Apalagi pekerja tidak memberi tahu sebelumnya," kesal Budi, warga setempat.
Tak lama setelah suara gemuruh tedengar, tiba tiba dan abu reruntuhan mulai timbul dan masuk ke pemukiman warga dan mengenai barang dagangan pedagang. Kesal karena proses perubuhan itu tak permisi, para pekerja diserbu untuk diminta pertanggung jawaban.
"Mana pemborongnya. Apa maksud kalian. Kenapa gak dikabari kepada warga kalau kalian mau merubuhkan bangunan itu. Hancur semua badan jalan kalian buat. Mandor kalian harus bertanggung jawab," bilang para pedagang emosi.
Sementara itu, Kepling XV Kel Phalawan, Medan Perjuagan, Rusmini menuturkan sebelumnya pedagang dan warga sudah ketemu dengan penanggung jawab proyek untuk membahas perubuhan bangunan tersebut dan tidak ada unsur kesengajaan.
"Kemarin kita sudah bahas soal itu dan mereka berjanji sebelum peruntuhan, penanggung proyek memberitahukan kepada warga sekitar dan pedagang. Supaya mereka menutup seluruh rumah dan jualannya," pungkasnya saat berada di lokasi. ***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar