MASSA Comunity Pers Club (CIPAS) dan Asahan Pers Club (APC), tagih Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang tuntaskan kasus pembangungan Mesjid Agung Asahan yang mangkrak di KPK.
Desakan penyelesaian mandegnya laporan korupsi yang telah mereka serahkan ke pihak anti rasuah tersebut, terungkap saat Saut Situmorang menyampaikan kuliah umum di Hotel Sabty Kisaran, dalam rangkaian acara pelantikan Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Asahan dan launching Madrasah Anti Korupsi, Senin (10/4).
untuk menyampaikan uneg-unegnya langsung kepada Saut Situmorang, terkait mandegnya sejumlah laporan korupsi yang mereka serahkan ke pihak anti rasuah tersebut. Seperti dari massa mengatasnamakan Comunity Pers Club (CIPAS) dan Asahan Pers Club (APC).
Aksi sejumlah aktivis, dua massa organisasi di depan hotel tersebut, berlangsung sebelum acara dimulai. Mereka berorasi menggunakan alat pengeras suara dan minta agar bisa bertemu langsung dengan Saut Situmorang.
Satu jam berselang Saut Situmorang menemui para pendemo, perwakilan CIPAS dan APC, yang mempertanyakan perihal kasus pembangunan Mesjid Agung Asahan.
"Apa masalahnya hingga laporan kami dari APC ke pihak KPK tanggal 4 Desember 2014 lalu tidak juga ada tindaklanjutnya?. Begitu juga atas laporan rekan kami dari CIPAS, terkait hal sama, tertanggal 8 Agustus 2016, tolong penjelasan pak?," desak Suheri, perwakilan massa pendemo.
Dalam penjelasannya di hadapan massa, Saut menampik kasus yang dilaporkan APC dan CIPAS terkait dugaan korupsi pembangunan Mesjid Agung Asahan itu jalan di tempat. Menurutnya, dalam penanganan kasus korupsi tidak bisa dilakukan dengan gegabah.
"Masih lanjut. Hanya saja kita tidak boleh gegabah. Hanya saja kita tidak bisa memberi batas waktu sampai kapan kasus itu akan kita selesaikan," ucapnya.
Usai memberikan penjelasan singkat di hadapan massa, Saut Situmorang yang saat itu dikawal ketat pihak aparat dari Polres Asahan meninggalkan pengunjukrasa, bergegas memasuki lokasi acara.
Saat dicegat M24, kembali Saut Situmorang menegaskan, pihaknya tetap dan tidak akan bermain-main dalam menangani kasus korupsi Mesjid Agung. "Tidak ada itu main mata. Kita tetap komit untuk menyelesaikan kasus itu. Percayalah," tandasnya sembari berlalu. ***

Tidak ada komentar:
Posting Komentar