Selasa, 18 April 2017

8 Ribu Blangko e-KTP Binjai Tiba

LAMBANNYA blangko KTP elektronik (e-KTP) karena harus mengikuti proses yang  dilakukan di pusat. Seperti lelang tender maupun pengadaan.

Akibat kosongnya blangko e-KTP di Kantor Disdukcatpil Kota Binjai, warga Binjai yang berhak memperoleh e-KTP harus menunggu beberapa hari ke depan. Bahkan pihak Disdukcatpil Kota Binjai harus mengeluarkan surat keterangan bagi warganya.

"Kemarin anggota kita sebanyak 3 orang, kita berangkatkan ke Dirjen Dukcatpil Kementrian Dalam Negeri, untuk menjemput blangko e-KTP. Rencananya besok (hari ini-red) sampai kembali ke Binjai," ungkap Kadisdukcatpil Pemko Binjai, M Taufiq Bahagia Ssos MSP, saat ditemui, Selasa (18/4).

Menurutnya, untuk jatah Disdukcatpil Kota Binjai, gelombang pertama akan masuk 4 outer atau 8.000 keping blangko e-KTP.

Lebih lanjut di katakan M Taufiq, untuk warga Binjai yang sudah melakukan perekaman KTP elektronik sebanyak 92 persen. Begitupun dari 8.000 keping blangko e-KTP yang akan datang pada gelombang pertama, diprioritaskan untuk memperoleh e-KTP adalah surat keterangan warga dan difokuskan yang punya kode Print Ready Record (PRR).

"Edaran dari pusat yang difokuskan pertama adalah Print Ready Record. Karena sampai akhir Maret 2017, ada sebanyak 7.781 warga Binjai yang belum pernah mempunyai e-KTP. Untuk kebutuhan yang riil tidak terukur, karena selain data PRR, kan ada data penduduk yang pindah dan bertempat tinggal di Kota Binjai," tegas Taufiq, seraya menyebutkan, sampai pukul 11.05 WIB, Selasa (18/4), ada 1.706 data yang sudah direkam tapi belum masuk ke pusat.

Taufiq menambahkan, kalau semua perangkat mendukung, pihaknya bisa mencetak 150 keping blangko e-KTP per hari. Bahkan Disdukcatpil Kota Binjai telah menyiapkan UPS yang mampu bertahan selama 12 jam, apabila mati lampu.

"Ada 5 hal yang harus dipenuhi untuk mencetak blangko e-KTP. Salah satu dari 5 unsur itu mengalami gangguan, maka kita tidak bisa mencetak blangko e-KTP. Kelima unsur tersebut adalah jaringan, database pusat maupun daerah harus sinkron, aplikasi untuk pencetakan harus berjalan normal, keberadaan blangko, serta ribbon (tinta) harus ada," paparnya. ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar