Senin, 19 Desember 2016

PT KIM Buang Limbah ke Saluran Penduduk

WARGA perumahan Griya Martubung III Kelurahan Tangkahan Kecamatan Medan Labuhan menyampaikan keluhannya kepada anggota DPRD Sumut HM Nezar Djeoly ST, saat Reses, Jumat (16/12) lalu. Masyarakat Tangkahan mempersoalkan limbah PT KIM yang dibuang ke saluran-saluran lingkungan perumahan penduduk. Padahal, ungkap Nezar, PT KIM telah membuat surat pernyataan menghentikan kegiatan tersebut, tapi sampai sekarang terus terjadi.

"Warga sudah sering protes dan melakukan aksi di areal PT KIM. Saya sangat kecewa dengan laporan warga. Dalam waktu dekat kita panggil PT KIM untuk RDP," janji Nezar kepada M24, Minggu (18/12), melalui ponselnya.

Selain mengeluhkan limbah PT KIM, masyarakat, katanya, juga menyampaikan aspirasi terkait status perumahan griya yang belum diserahkan pihak Perumnas kepada Pemko Medan. Akibatnya, terang politisi NasDem tersebut, Pemko Medan tidak bisa campur tangan menata kondisi Perumnas.

Sebelumnya, Kamis (15/12), Nezar juga menemui konstituen di Lingkungan 7 dan 8 Kelurahan Sicanang Kecamatan Medan Belawan. Kali ini Nezar disuguhi masalah tentang kerusakan parah titi penghubung Kelurahan Sicanang akibat diterjang banjir rob. Legislator asal Dapil Sumut I, Kecamatan Medan Amplas, Medan Kota, Medan Denai, Medan Area, Medan Perjuangan, Medan Tembung, Medan Timur, Medan Deli, Medan Marelan, Medan Labuhan dan Kecamatan Medan Belawan ini, memastikan, temuan Reses di Sicanang sudah dikeluhkan masyarakat setempat sejak lama. Namun belum ada penanganan serius pemerintah.

"Kita akan minta Pemprovsu memperbaikinya. Sebab kalau titi roboh atau ambruk total, maka akses jalan menuju Kelurahan Sicanang lumpuh," ujar Nezar.

Dia menambahkan, warga juga mengeluhkan soal pembetonan jalan memasuki gang pemukiman penduduk. Kemudian permintaan pembuatan benteng penahan banjir untuk lingkungan 1-15 yang kerap banjir serta masalah kartu BPJS tanpa iuran, yang belum diterima warga miskin. ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar