Rabu, 07 Desember 2016

Bantuan Ternak di Binjai 'Mengecil' di Dompet

BANYAK kelompok masyarakat yang diberi bantuan lembu, kambing, bibit dan lainnya, tetap tak menampakkan kemajuan. Karenanya, kepercayaan Walikota Binjai HM Idaham SH MSi kepada kelompok tani pun jadi minim.

Ungkapan itu ditegaskan Idaham saat menghadiri acara penghijauan oleh Kelompok Masyarakat Hijau Lestari, Rabu (7/12), di Kelurahan Cengkeh Turi Kecamatan Binjai Utara. "Coba tunjukkan kepada saya satu kelompok saja yang benar-benar mengembangkan bantuan tersebut dan berhasil berkembang atas bantuan dari pemerintah," ujarnya.

Menurutnya, bantuan yang diberikan justeru banyak yang mengecil. "Katanya lembunya mati, tapi bangkainya gak ada. Apa artinya itu, sudah jelas lembu mengecil di dalam dompet," ungkap Idaham.

Dia menegaskan, hal-hal seperti ini, harus ditinggalkan demi kemajuan bersama. "Karena itu, dari awal tadi saya mengajak pihak pemerintah dan masyarakat untuk merubah mindset. Kalau ini tidak kita lakukan, yakinlah kita akan terus tertinggal," imbuhnya.

Lebih lanjut dikatakannya, untuk mewujudkan Binjai sebagai kota pintar (smart city), Idaham mengajak semua elemen masyarakat dan pemerintah, harus mengubah pola pikir (mindset). Upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat tidak dapat dilakukan oleh pemerintah. Tetapi harus dibantu oleh masyarakat itu sendiri.

"Kalau pemerintah mau berubah tetapi masyarakatnya tidak, saya pikir perubahan itu tidak akan terjadi. Karena itu, baik pemerintah maupun masyarakatnya, harus sama-sama berubah. Sehingga apa yang kita cita-citakan dapat berjalan dengan baik," ucap Idaham.

Perihal bantuan ternak 2016, Idaham sempat mempertanyakan soal itu ke Kadis Pertanian dan Pertenakan Binjai, Taufik Bahagia. "Cemana Pak Taufik, masih ada bantuan ternak yang belum dibagi tahun ini?," tanya Idaham.

Mendengar jawaban Taufik yang mengatakan kalau bantuan ternak sudah habis dibagi, semakin membuat Idaham meluapkan kekecewaannya. "Potong kuping saya kalau bantuan itu memang betul sudah tersalurkan ke kelompok ternak. Cemana mau tersalur, yang dibantu bukan hewan yang memang untuk dikembangkan, melainkan cucunya hewan, kecil kurang kecil, cemana mau berkembang, jadi kecil dalam dompet yang jelas," ungkap Idaham.

Sementara, Seketaris Dinas Pertanian dan Pertenakaan Pemko Binjai, Husul Yaqin, ketika dikonfirmasi M24, mengatakan, apa yang disampaikan walikota Binjai hal wajar. "Namun mengenai bantuan ternak mengecil masuk dompet, itu tidak bisa saya campuri. Karena proses penyaluran bantuan terhadap kelompok ternak merupakan tindaklanjut dari rekom pihak kelurahan. Untuk saat ini jumlah kelompok binaan kita mencapai ratusan," kata Husnul.

Namun, sayangnya, Husnul mengaku tak mengingat jumlah pastinya. "Tak lah saya ingat semua, karena mengenai bantuan kelompok kan di tangan bidang masing-masing," ucapnya. ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar