Rabu, 04 Januari 2017

Bangunan Irian Market Kisaran Menyalahi Peraturan Bupati

GEDUNG Irian Market di Jln Imam Bonjol Kisaran Asahan dinilai melanggar aturan batas Garis Sempadan Bangunan (GSB). Meski begitu, bangunan megah tersebut sebelumnya telah mendapat IMB dari Pemkab Asahan.

Kepala Badan Pengelola Perizinan Penanaman Modal (BPPM) Asahan, Nazaruddin, tak membantah perihal laporan warga menyangkut keberadaan gedung Irian Market yang telah melampaui batas GSB. "Dan setelah kita survey, bangunan itu memang tampak lebih maju ke depan, jika dibanding dengan gedung maupun ruko di sebelahnya," ungkapnya.

Nazarudiin menjelaskan, Pemkab Asahan telah menetapkan GSB. Dalam Perbup Nomor 1/2012, dijelaskan, pasal 2 ayat (1) menegaskan, garis sempadan terhadap semua jenis atau kelas jalan ditetapkan dengan rumus perhitungan ° n + 1. Sedangkan ayat (2), huruf n sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan lebar jalan. Sementara pada pasal 3 disebutkan, garis sempadan sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 adalah jarak minimal bangunan, yang diukur dari batas daerah manfaat jalan atau bibir saluran parit sebelah luar. Sementara sama-sama diketahui, lebar Jln Tuanku Imam Bonjol Kisaran sedikitnya 12 meter.

Setengahnya adalah 6 meter, lanjut Nazaruddin, belum lagi ditambah 1 sesuai rumus. Sedangkan jarak ataupun garis sempadan bangunan Irian Market dengan bibir saluran parit sebelah luar, saat ini paling hanya sekitar 2 meter. "Ini tentu menyalahi Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 1/2012," imbuhnya.

Terkait bangunan yang melanggar ketentuan itu bisa berdiri dan bahkan mengantongi surat IMB, Nazaruddin, juga sudah mempertanyakannya ke Dinas Tata Kota Pemkab Asahan. "Penjelasan pihak Dinas Tata Kota, gambar sket bangunan yang disertakan saat pengurusan IMB, rupanya sudah sesuai aturan. Tetapi pada pelaksanaannya, bangunan Irian Market didirikan tidak sesuai gambar dan ketentuan," terang Nazaruddin, seraya menyebutkan, persoalan ini kesalahan pengusaha Irian Market yang dikelola CV Kisaran Ritelindo.

Soal tindakan apa yang dilakukan terhadap gedung yang melanggar aturan itu, Nazaruddin malah menyarankan wartawan untuk menanyakannya ke Satpol PP Asahan. "Karena mereka sebagai penegak Perda dan sudah sejauh mana terhadap persoalan ini," ujarnya.

Humas CV Kisaran Ritelindo, Alpin, ketika dikonfirmasi wartawan melalui selulernya, menyebutkan, gedung yang mereka tempati didirikan sesuai aturan. "Buktinya, sebelumnya kita sudah kantongi IMB. Berarti sudah sesuai aturan. Nanti saya kabari untuk informasi selanjutnya," katanya. ***

Selasa, 03 Januari 2017

Nomenklatur Sejumlah SKPD Deliserdang Bakal Berubah

NOMENKLATUR beberapa SKPD di Pemkab Deliserdang akan berubah. Seiring dengan itu, seluruh pejabat eselon II, III dan IV, dalam waktu dekat akan dilantik.

Pengukuhan dan pelantikan ini sangat penting untuk disegerakan, agar tupoksi dapat berjalan. Termasuk penggunaan anggaran di APBD 2017 dapat dimanfaatkan dan disalurkan dengan sebaik-baiknya. "Dan kepada seluruh pejabat eselon II, III dan IV, yang akan dilantik tak perlu risau. Karena tak ada kutipan uang syukuran. Saya jamin," ungkap Sekdakab Deliserdang, Drs H Asrin Naim, saat menjadi Irup pada apel pagi hari pertama masuk kerja awal 2017, di Kantor Bupati Deliserdang, Selasa (3/1).

Asrin menambahkan, tugas kedepan semakin berat dalam pelaksanaan E-Government lewat sistem SIPPDA (System Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah), SIPPADU (System Informasi Pelayanan Perizinan Terpadu) dan SIMDA (System Informasi Manajemen Keuangan Daerah). Karenanya, tugas dan fungsi yang  diemban masing-masing SKPD, harus dibarengi dengan kesungguhan dan mengikuti petunjuk serta peraturan yang ditetapkan.

"Sehingga penyampaian laporan keuangan bisa lebih tertib dan rapi. Termasuk juga laporan keuangan desa. Kita berharap, laporan keuangan kedepan mendapat penilaian lebih baik dari BPKP serta  menjadi contoh bagi daerah lain," tandasnya.***

Waspadai Banjir dan Longsor!!

JANUARI 2017 memasuki musim transisi. Prediksi intensitas hujan yang sedang akan disertai guntur. Menurut petugas Prakirawan (forecester) BMKG Bandara Kualanamu, Fachry, umumnya pada Januari memasuki musim transisi. "Januari pada umumnya memasuki musim transisi. Hujan masih berpeluang terjadi disertai guntur dengan intensitas sedang," terang Fachry kepada wartawan, Selasa (3/1).

Dia mengimbau, agar masyarakat di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) yang berhulu ke pegunungan, untuk mewaspadai banjir. Sementara, masyarakat di sekitar wilayah pegunungan agar mewaspadai terjadinya longsor.

"Imbauan kepada masyarakat agar mewaspadai potensi longsor di wilayah pegunungan dari Langkat hingga Tanah Karo. Dan banjir akibat luapan sungai di wilayah DAS untuk satu sampai dua hari ke depan," ungkap Fachry.

Sementara, di kawasan Bandara Kualanamu, katanya, berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, untuk satu sampai dua hari ke depan jelang sore hingga pagi hari. "Kondisi cuaca buruk yang terjadi saat ini akibat gangguan cuaca di sekitaran perairan Pantai Barat Aceh, yang diprediksi terjadi pada satu sampai tiga hari kedepan," tegas Fachry.

Sedangkan untuk wilayah Deliserdang, lanjut Fachry, kecil kemungkinan untuk longsor maupun banjir. Karena saat ini, cuaca buruk diprakirakan mempengaruhi wilayah pegunungan hingga sepanjang pesisir Pantai Barat Sumatera Utara. "Untuk Deliserdang dan Pantai Timur Sumatera Utara potensi terjadi hujan intensitas ringan dengan waktu dinihari hingga pagi hari dan menjelang sore hari," jelas Fachry.

Amatan di Kota Lubuk Pakam dan sekitarnya, hujan deras melanda sekira pukul 16.00 WIB. Genangan air pun terlihat di Jln Sudirman, Kelurahan Lubuk Pakam, Kecamatan Lubuk Pakam. Genangan air ini akibat tersumbatnya saluran air persis di depan Pengadilan Negeri (PN) Lubuk Pakam. Kondisi ini pun mengganggu para pengendara, khususnya pengendara sepeda motor. ***

Bupati Asahan Umbar Marah Saat Pelantikan Pejabat Eselon

AKSI marah-marah kepala daerah kini menjadi trend. Seperti aksi marah-marah Bupati Asahan, Drs Taufan Gama Simatupang MAP, saat acara pengambilan sumpah pejabat eselon II dan III di aula kantor bupati, Selasa (3/1).

Tak hanya marah-marah, Taufan bahkan mengusir sejumlah oknum aparatur sipil negara (ASN), dalam acara pengukuhan, pelantikan dan pengambilan sumpah para pejabat eselon II dan III tersebut. Taufan yang mengumbar aksi marah-marah dan mengusir sejumlah oknum ASN di depan umum itu, disaksikan para pejabat Pemkab Asahan lainnya.

"Keluar kau dari ruangan ini. Saat ini juga kau kupecat dari jabatanmu. Biar kalian tau, aku bukan Taufan yang dulu lagi, ingat itu," ungkap Taufan kepada sejumlah oknum ASN di lingkungan Pemkab Asahan, yang disaksikan sejumlah pejabat pemerintahan lainnya.

Prilaku Taufan tersebut tentu menuai kritik pedas dari sejumlah kalangan di wilayah Kabupaten Asahan. Sejumlah kalangan menilai aksi Taufan Gama sangat tidak patut. Apalagi jika itu dilakukan oleh seorang kepala daerah. Terlebih lagi, saat memarahi dan mengusir sejumlah oknum ASN di lingkungan Pemkab Asahan di depan umum dan pejabatnya, dalam posisi tidak memberi contoh.

"Ini cerminan arogansi dan disinyalir tindakan tidak terpuji. Kalau dia (bupati Asahan-red) meniru gaya sejumlah kepala daerah lainnya, tentu tidak relevan. Tindakan bupati Asahan yang memarahi dan mengusir bawahannya di depan umum tersebut, menunjukkan prilaku arogansi seorang kepala daerah. Mungkin tindakan tersebut sebagai bentuk euforia kekuasaan," ujar Ketua LSM Pengawas Aparatur Negara dan Swasta Kabupaten Asahan, Zainul Azhar, kepada M24, Selasa (3/1).    

Kritik pedas juga dilontarkan dari kalangan mahasiswa. Mereka menilai aksi Taufan Gama selaku bupati Asahan, merupakan aksi latah mengikuti pemimpin daerah lain. Namun, aksi bupati Asahan tersebut dinilai salah kaprah. Aksinya dinilai hanya murni arogansi seorang pemimpin.

"Kok fenomena penguasa marah-marah jadi tren yah. Euforia ketegasan yang salah kaprah. Ini sih murni arogansi dari seorang pemimpin dan kepala daerah," ujar salah seorang aktivis mahasiswa di Asahan, Bembeng.

Diwarnai Pemukulan
Pelantikan pejabat eselon III di aula kantor bupati, Selasa (3/1) itu, juga sempat diwarnai keributan. Seorang aktivis, Iin Indrawansyah, warga Jln Madong Lubis Kelurahan Selawan Kecamatan Kota Kisaran Timur, dipukul seseorang, saat sedang mengikuti acara pelantikan.

Saat di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres Asahan, Iin mengungkapkan, dia menjadi korban pemukulan Suleng, seseorang yang dikenal dekat dengan Bupati Asahan, Drs H Taufan Gama Simatupang MAP.

Pemukulan terjadi saat dirinya berjalan keluar dari aula. Sebelum terjadi pemukulan, Iin mengajak rekannya, Rudi Ritonga, pulang. "Ayo kita pulang, ngapsin kita dengar pencuri uang masjid," kata Iin kepada Rudi.

Tiba-tiba, Suleng memukul dirinya bertubi-tubi hingga dia tersungkur dan wajahnya lebam. Beberapa orang di lokasi langsung melerai. "Saya langsung membuat pengaduan ke Polres Asahan dengan nomor laporan polisi LP/02/I/2017 SU/Res Ash tertanggal 03 Januari 2017. Dan saya juga sudah melakukan visum et reperentum ke RSU Haji Abdul Manan Simatupang Kisaran," ucapnya.

Terpisah, Suleng, warga Jln Diponegoro Kisaran yang dikonfirmasi M24, tak membantahnya. "Dia kupukul lantaran ucapannya yang seolah memfitnah serta memvonis bupati Asahan sebagai pencuri uang masjid. Omongan orang itu sangat tidak mendasar dan membuat saya jengkel," ungkapnya.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Asahan, AKP Bayu Putra Samara SIk, belum bisa memberi keterangan. "Masih diperiksa ini bro. Sabar ya," ujarnya singkat. ***

Senin, 02 Januari 2017

Listrik Padam 2 Malam Berturut di Lubuk Pakam

MASYARAKAT Kecamatan Lubuk Pakam Kabupaten Deliserdang kesal. Sebab, masyarakat di sana merayakan Tahun Baru 2017 dengan suasana yang gelap. Dua malam berturut-turut Lubukpakam seperti kota hantu, gelap.

Karim (45), warga Jalan Cokro Aminoto, mengatakan, jika warga menunggak, pihak PLN merasa kesal sampai-sampai tak jarang mereka memutus jaringan masyarakat. Tetapi, katanya, jika masyarakat kesal apa yang akan dilakukan terhadap PLN?. "Seperti suasana Tahun Baru ini, sudah dua malam di Kecamatan Lubukpakam mati Lampu, sehingga seperti kota hantu," katanya kepada M24.CO, Minggu (1/1) malam.

Saat diminta keterangan di Kantor Ranting PLN, di Jln Tengku Raja Muda Lubukpakam, tak seorangpun petugas yang ada di tempat. Hanya seorang Satpam yang enggan menyebutkan identitasnya. "Jika mau nanya masalah tentang mati lampu besok aja pak datang, saat ini gak ada petugas yang masuk,"  jelasnya.

Omset Pegadang Merosot
Akibat listrik padam yang terhitung lama, para pedagang di Kecamatan Lubuk Pakam menjadi sangat mengeluh dan kecewa. Karena suasana Tahun Baru ini merupakan saat yang mereka nantikan. Di suasana inilah mereka bisa mengeruk keuntungan lebih dari hari-hari biasa.

Tetapi, listrik padam dalam waktu yang panjang, membuat para pedagang menjadi putus asa dan kecewa. Karena apa yang sudah diharapkan sebelum hari H nya, ternyata tidak sesuai dengan rencana gara-gara listrik padam.

Nining (35), warga Pasar 4 Lubuk Pakam, pedagang buah di Jln Cokro Aminoto, juga sangat kecewa. "Sangat jauh berbeda bang. Gara-gara mati lampu yang sangat panjang ini hasil penjualan saya merosot 50 persen bang. Gimana saya gak kecewa di buat PLN ini. Karena jika kita tetlambat bayar malah didenda bahkan diputus mereka. Tapi tiba giliran kita yang kecewa ,mereka buang badan seperti gak ada kejadian," katanya.***

Awas!! Barang Rekondisi di Asean Elektronik Binjai

ASEAN Elektronik di Jln Sudirman Binjai membuat resah warga Kota Binjai. Pasalnya, warga selaku konsumen toko elektronik tersebut merasa tertipu, karena barang yang dibelinya rusak sebelum masa garansi habis. Salah seorang warga yang merasa tertipu akhirnya melaporkan hal itu ke anggota DPRD Binjai. Akibatnya, Ketua Komisi B DPRD Binjai, Jonita Agina Bangun, langsung turun ke lokasi, guna memperjelas perihal keresahan warga tersebut, Kamis (29/12).

Kedatangan Jonita guna menindaklanjuti keresahan seorang warga yang merasa tertipu, setelah membeli satu unit kulkas seharga Rp3,2 juta yang rusak sebelum masa garansinya habis. Anehnya, oleh pihak Toko Asean kulkas tersebut diambil kembali untuk diperbaiki. Namun, setelah setahun ditunggu, kulkas yang diperbaiki tadi tak kunjung selesai. Jika ditanya, pemilik Toko Asean selalu berkata sabar dan nanti akan diganti baru.

Jonita menilai ada unsur penipuan perdagangan produk elektronik di toko tersebut. Saat dikunjungi di toko, awalnya terjadi perdebatan dengan pemilik toko. Tetapi kemudian pemilik toko meminta maaf dan mengembalikan uang warga sesuai harga kulkas yang semula dibelinya.

"Dengan kejadian ini, saya akan tindaklanjuti dengan mengundang Pemko Binjai dan pelaku usaha produk elektronik di Kota Binjai dalam RDP nanti. Ini agar masyarakat waspada. Dinas terkait juga agar mempertegas masalah perijinannya. Karena peristiwa seperti ini dikhawatirkan akan terjadi lagi," tandasnya.

Sehingga diharapkan, pendataan triwulan lebih diperketat dan berkesinambungan. Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi dan menepis kecurigaan main mata antara pelaku usaha dengan pihak terkait. Apalagi ada indikasi menjual produk rekondisi dari Batam, bukan pabrik. ***

Antrean Kendaraan Mengular di Pintu Keluar KNIA

ANTREAN panjang kendaraan terlihat di kawasan pintu keluar Kuala Namu International Airport (KNIA), Senin (2/1). Kondisi ini terjadi akibat lonjakan arus balik yang terlihat di terminal bandara.

Meski empat pintu jalur kendaraan telah dibuka pihak PT Angkasa Pura Solusi (APS), sebagai pihak pengelola parkir, namun tetap saja antrean panjang tidak terelakkan. Kejadian ini hanya terjadi di jalur pintu keluar, yaitu tempat pembayaran tiket karcis masuk saja.

Sementara, dari pantauan di lapangan sekitar pukul 14.20 WIB, antrean panjang kendaraan ini kurang lebih hingga 1 kilometer. Antrean terlihat hanya untuk di jalur mobil dan bus saja. Sedangkan kondisi normal terlihat di jalur untuk sepedamotor. Di tempat ini tidak sedikitpun ada antrean yang terlihat.

Ganeral Manager Bandara Kualamamu, Iwan Khrishadianto, mengungkapkan, terjadi lonjakan penumpang pesawat pada hari pertama setelah perayaan tahun baru 2017. Namun demikian ia menyebut kenaikannya tidak signifikan.

"Kenaikannya hanya sekitar 3 persen saja. Karena saat ini sudah 5 flight yang dibuka di bandara Silangit," kata Iwan

Membludak
Sementara, puncak arus balik libur Natal dan Tahun Baru, membuat Bandara Kualanamu dipadati calon penumpang, Senin (2/1).

Dari pantauan di lokasi, menunjukkan suasana di area lantai III bandara yang paling dipadati pengunjung. Selain calon penumpang pesawat, banyak juga keluarga pengunjung yang memadati area bandara.

Asisten Airport Duty Manager Bandara Kualanamu, Padli Munandar, mengatakan, walaupun ramai, namun hingga pukul 12.00 WIB belum ada calon penumpang pesawat yang mengadukan pelayanan. "Ini merupakan arus balik dan sudah mulai padat sejak pukul 09.00 WIB tadi," katanya.

Sementara, jumlah penumpang Kereta Api Bandara juga meningkat 6 persen. Ia menyatakan cuaca hari ini sangat mendukung. Walaupun mendung, katanya, belum ada penerbangan yang ditunda.

Berdasarkan data yang ada, lanjut Padli, hingga pukul 12.00 WIB ada 30 pergerakan pesawat untuk yang datang.

Untuk yang berangkat ada 35 pergerakan. "Kalau untuk pergerakan orang yang datang ada 3.717 penumpang, sementara untuk yang berangkat ada 4.328. Ini hanya data sementara hingga pukul 12.00 WIB saja," tambah Padli. ***