Rabu, 07 Juni 2017

Pengadaan Buku Perpustakaan di SDN Binjai Rp5,7 M Disoal

PROYEK pengadaan buku untuk diisi ke perpustakaan seluruh SD Negeri di Kota Binjai senilai Rp5,7 miliar dinilai tidak efisien. Terlebih, kondisi perpustakaan di beberapa SDN Kota Binjai pun ada yang terlihat belum layak.

Praktisi Hukum, Teguh Syuhada Lubis, menyatakan, pengadaan buku-buku untuk diisi ke perpustakaan Kota Binjai senilai Rp5,7 miliar itu apakah sudah dilakukan pengkajian? Artinya, Dinas Pendidikan Kota Binjai selaku Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), apakah sudah merancang atau merencanakan buku jenis apa yang akan diisi pada perpustakaan tersebut.

Karenanya, dia mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk mengawasi proyek tersebut. Sebab, Dinas Pendidikan merupakan salah satu SKPD yang rawan anggarannya diselewengkan. "Rp5,7 miliar itu cukup banyak. Buku apa yang mau dibeli. Di jaman yang sekarang sudah gadget, apakah bakal ada anak-anak sekolah melirik buku ke perpustakaan," ujarnya, Rabu (7/6) siang.

Pantauan wartawan di SDN 024761, Jln MT Haryono, Kelurahan Kebun Lada, Binjai Utara, terlihat perpustakaan di ujung areal sekolah tersebut. Kondisi gudang buku itu tampak tidak layak. Sebab, terlihat ada tumpukan seperti barang bekas tak layak pakai. Misalnya barang meubeler sekolah yang tidak terpakai lagi. Menurut penjaga sekolah, buku-buku yang ada di dalam perpustakaan cukup banyak.
"Anak-anak juga banyak yang masuk. Tapi saya enggak tahu kali isi bukunya jenis apa saja. Namanya cuma penjaga sekolah. Kepala sekolah dan guru-guru lainnya sudah pulang," ujarnya.

Berdasarkan informasi dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Binjai, proyek pengadaan buku perpustakaan SDN Kota Binjai itu ditampung di APBD 2017 dengan nilai pagu paket Rp5.729.300.000. Sejauh ini, tahapannya masih pembukaan dokumen penawaran.

Kepala Bidang Guru Tenaga Kependidikan (GTK) Disdik Kota Binjai, Sri Ulina Ginting, saat dikonfirmasi, membenarkan adanya proyek pengadaan buku tersebut. Tapi dia menepis, anggaran senilai Rp5,7 miliar itu ditampung APBD Kota Binjai 2017. "Ini DAK dari pusat, transfer daerah," ujar dia didampingi Didi, Kasi Sarana Disdik Kota Binjai, yang diamanahkan sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tersebut.

Tingkah Ulina sedikit lain ketika datang wartawan menyoal proyek tersebut. Ulina tiba-tiba menyatakan, Disdik Kota Binjai tidak akan menyelewengkan anggaran yang semua-semuanya sudah berbasis online, mengacu kepada program Walikota Binjai Smart City. Dia bahkan melarang wartawan merekam pernyataannya. Kemudian, dia juga melarang wartawan mengambil fotonya. "Ini bukan pengadaan. Kalau pengadaan, di E-Catalog. Ini transfer daerah. Bukan urusan kita. Mereka care sama Binjai, syukur dikasih buku," tandasnya. ****

Tidak ada komentar:

Posting Komentar