Selasa, 27 September 2016

Pembangunan Listrik Nasional di Binjai Masih Pro Kontra

Pembangunan Listrik Nasional di Binjai Masih Pro Kontra

PRO kontra di kalangan masyarakat dalam pembangunan sutet di Kelurahan Nangka Kecamatan Binjai Utara, kini masih belum mendapat kepastian. Adanya masyarakat yang menolak dan menerima pembangunan tersebut, disinyalir merupakan politik dari oknum tertentu, agar mendapat keuntungan dalam pembangunan tersebut.

Seratusan massa dari Kecamatan Binjai Utara dipimpin Herianto, warga Kelurahan Jati Makmur Binjai, melakukan aksi ke kantor DPRD Binjai. Mereka kesal melihat tindakan para politisi Kota Binjai yang dinilai tak memahami persoalan masyarakat Binjai secara keseluruhan.

"Para politisi itu ke lokasi pembangunan tower, layaknya hakim pengadilan, langsung memerintahkan  pekerja menghentikan kegiatan pembangunan proyek listrik nasional tersebut. Mereka adalah M Syarif Sitepu, Hj Juliati, HM Yusuf, T Matsyah, Ardiansyah, Irfan Ahmadi, Hj Emagata dan Maruli Malau. Hei komisi A, jangan jual nama rakyat untuk menghalangi pembangunan tol listrik. Ayo warga Binjai jangan pilih lagi komisi A. Kita boikot mereka," tandas Koordinator Lapangan Ichwan dalam orasinya, Kamis (22/9).

Menanggapi itu, Ketua Komisi A DPRD Kota Binjai, Ir Syarief Sitepu, membantah kalau mereka menghambat pembangunan Tower Sutet. Tetapi, katanya, sebagai penengah agar tak ada yang dirugikan. Sebab, sebagai wakil rakyat, fungsi mereka menampung aspirasi.

"Kami hanya berupaya menyatukan masyarakat dengan kebutuhan sutet. Memang secara filosofisnya harus kita dukung pembangunan nasional ini. Tapi kebutuhan masyarakat harus kita tanggapi, ayo pemerintah kota dapat bijaksana dalam menyikapi hal ini. DPRD bukan provokator," ungkap Syarief. ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar